Data Analyst
Setiap perusahaan mengumpulkan lebih banyak data daripada yang sempat dilihat siapa pun. Harus ada yang mengubah tumpukan angka itu menjadi jawaban yang benar-benar bisa dipakai — itulah Data Analyst.
Pekerjaannya: menarik data, membersihkannya, menemukan pola, lalu membuat laporan atau dashboard yang menjawab pertanyaan spesifik. Mengapa penjualan turun di bulan Maret? Channel marketing mana yang paling banyak konversi? Ini kerja detektif terhadap angka — menjelaskan apa yang sudah terjadi, bukan memprediksi masa depan.
Yang dibutuhkan: SQL (wajib, tidak bisa ditawar), Excel, satu tools visualisasi seperti Power BI atau Tableau, dan kesabaran untuk menanyakan hal yang sama pada data dengan lima cara berbeda sampai ketemu jawabannya.
Di Indonesia, ini adalah pintu masuk dengan volume tertinggi ke dunia data — lowongan paling banyak, syarat masuk paling rendah, tapi juga paling kompetitif di level junior karena itu. Kebanyakan orang menjadikannya pekerjaan pertama, bukan tujuan akhir — loncatan ke Data Science, Data Engineering, atau BI dalam dua-tiga tahun.
Cocok untuk kamu jika: detail-oriented, penasaran soal “kenapa”, dan nyaman dengan kerja analitis yang repetitif sambil membangun jalan ke peran yang lebih spesifik.