“Memilih jurusan Data Science di Binus University adalah pengalaman yang unik bagi saya. Awalnya, saya bahkan tidak tahu program seperti apa yang saya masuki, karena keputusan jurusan saya hanya didasarkan pada prospek kerjanya pada saat itu. Saya juga tidak punya latar belakang teknologi yang signifikan. Saya mengira bahwa saya akan sangat tertinggal dan tidak bisa keep up dengan pelajarannya, apalagi kampus ini adalah kampus swasta nomor 1 di Indonesia. Namun ternyata, kurikulum yang ada membuat saya tidak merasa tertinggal karena dibangun dari fondasi matematika secara bertahap, sehingga pemahaman terhadap konsep-konsep teknis yang lebih kompleks.

“Metode pembelajaran berbasis proyek juga berkontribusi besar. Pemahaman saya terbangun dari mengerjakan sesuatu secara langsung, yang mana jauh lebih bertahan dibanding yang hanya diserap dari teori. Setiap proyek mendorong saya untuk tidak hanya mengerti konsepnya, tapi juga tahu bagaimana menerapkannya. Pembelajaran ini juga didampingi oleh dosen-dosen yang mudah untuk dijangkau, sehingga pemahaman saya dapat berkembang cepat. Apalagi beberapa dosen juga merupakan praktisi aktif di industri dengan bidang yang sama.

“Selain itu, lingkungan kampus sendiri membentuk cara saya melihat dunia secara tidak langsung. Berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, baik di dalam kelas, organisasi, maupun melalui kenalan di luar kampus yang saya dapat dari teman kampus, membuka mata saya akan batas dari apa yang bisa dicapai jika mau berusaha. Banyak percakapan yang terasa trivial ternyata meninggalkan dampak yang cukup panjang.

“Jurusan juga membuka akses ke program-program yang peluangnya tidak mudah ditemukan di tempat lain. Saya mengikuti pelatihan dari NVIDIA Deep Learning Institute, diberikan reimbursement untuk kompetisi dan akademi eksternal, hingga bekerja langsung di divisi IT universitas. Rangkaian pengalaman itu yang akhirnya membawa saya menjadi peserta terbaik di Data Science Academy Compfest 17 yang diselenggarakan Fasilkom UI, dan kini menjalani peran sebagai Data Science Associate di IT Binus.

“Pengembangan diri yang disediakan oleh kampus juga tidak terbatas hanya di ranah data science dan AI. Saya juga pernah berpartisipasi dalam workshop Smart Contract Development yang merupakan hasil kerja sama kampus dengan komunitas blockchain developer nomor 1 di Indonesia yang dibangun oleh founder crypto exchange nomor 1 di Indonesia. Bahkan dalam workshop yang sama, saya juga berkesempatan belajar langsung dari Country Manager Solana Indonesia, yang juga merupakan alumnus Binus, tentang mengapa teknologi ini adalah the next big thing.

“Secara keseluruhan, saya tumbuh di sini secara teknis maupun dalam cara saya memandang dunia. Keduanya sama-sama penting, dan saya tidak mendapat keduanya dari satu tempat yang sama sebelumnya.” – Frederrick Allensius, 2026