Bikin Game Indie yang Kelihatannya Simpel Ternyata Butuh Waktu 7 Tahun? Ini Kisah di Balik Pengembangan Tunic
Game indie Tunic lahir dari ide Andrew Shouldice untuk menciptakan dunia yang misterius dan penuh rahasia. Proses pengembangannya berlangsung sekitar tujuh tahun dengan banyak iterasi desain dan mekanik gameplay.

Source: Tunic, Playsation Page
Game indie berjudul Tunic mungkin terlihat sederhana, tetapi proses di balik layarnya sangat kompleks. Karya Andrew Shouldice ini lahir dari ide untuk menciptakan dunia yang misterius dan penuh rahasia. Proses pengembangan Tunic berlangsung sekitar tujuh tahun, melibatkan banyak iterasi desain dan mekanik gameplay. Lantas, bagaimana kisah lengkapnya? Simak ulasan berikut.
Awal Pengembangan
Seorang programmer bernama Andrew Shouldice menciptakan game indie Tunic dari ide pribadinya. Setelah bekerja sekitar enam tahun di industri game, ia memulai proyek independen dengan konsep dunia penuh misteri. Andrew ingin pemain merasakan sensasi menjelajah dunia yang belum dikenal. Ia sengaja merancang pengalaman yang membuat pemain merasa tersesat di lingkungan baru, sehingga mereka harus menemukan rahasia secara mandiri.
Source: Andrew Shouldice, Image
Dalam proses desain, Andrew mengambil inspirasi dari The Legend of Zelda. Game legendaris tersebut terkenal karena rasa eksplorasi dan misterinya. Oleh karena itu, ia mencoba menghadirkan kembali pengalaman klasik tersebut dalam balutan versi modern yang segar.
Desain
Pada awal pengembangan, Andrew mencoba membuat karakter manusia. Namun, ia mengalami kesulitan saat membuat model 3D. Karena tantangan ini, ia beralih memilih karakter rubah antropomorfik sebagai protagonis utama. Ternyata, rubah tersebut terasa lebih cocok dengan dunia Tunic yang kecil dan misterius. Selain itu, karakter ini juga memberi identitas visual yang kuat bagi game indie tersebut.
Andrew juga menggunakan perspektif isometrik untuk desain dunianya. Sudut pandang ini membantunya menyembunyikan berbagai rahasia di lingkungan game. Akibatnya, pemain harus mengamati lingkungan dengan teliti untuk menemukan jalur-jalur tersembunyi.
Mekanik Game
Salah satu elemen paling menarik dari Tunic adalah keberadaan manual di dalam game. Andrew merancang buku panduan yang dapat ditemukan pemain secara bertahap selama petualangan. Manual tersebut berisi peta, petunjuk, dan informasi mekanik gameplay. Yang menarik, beberapa halamannya menggunakan bahasa buatan yang tidak langsung dapat dipahami pemain. Dengan cara ini, Andrew mendorong pemain untuk menafsirkan simbol dan bereksperimen selama bermain.

Source: ZELDA BREATH OF THE WILD, Youtube
Sistem combat juga mengalami banyak perubahan selama pengembangan. Awalnya, Andrew merancang sistem pertarungan bergaya Souls-like. Kemudian, setelah memainkan Bloodborne, ia menyadari bahwa tempo pertarungan harus lebih cepat. Jadi, ia segera menyesuaikan mekanik combat agar cocok dengan karakter rubah yang lincah.
Kesimpulan

Source: TUNIC Launch Trailer, Youtube
Pengembangan Tunic membuktikan bahwa game indie yang terlihat sederhana bisa memiliki proses produksi yang sangat panjang. Andrew Shouldice pantang menyerah dan terus menyempurnakan desain game hingga mencapai pengalaman bermain yang diinginkan. Hasilnya, dengan dunia penuh rahasia, manual misterius, dan sistem eksplorasi yang kuat, Tunic berhasil menciptakan pengalaman unik bagi para pemain. Game ini juga menjadi contoh nyata bagaimana eksperimen dan iterasi dapat menghasilkan desain game yang lebih matang.
Referensi:
Tunic SteamPage
Tunic Trailer
The Secret Behind Designing Wonder and Mystery in Video Games
Game Application and Technology
Kelvin
Author
Content Creator Intern @BINUS Game Application & Technology
Muhamad Fajar
Editor
Lecturer @BINUS Game Application Technology


Comments :