Real-Time InfiniteFracture menjadi salah satu inovasi menarik dalam teknologi simulasi fraktur 3D modern. Teknologi ini menghadirkan cara baru untuk menciptakan efek kehancuran objek secara dinamis di lingkungan 3D. Dengan Real-Time InfiniteFracture, animator dan technical artist dapat menghasilkan efek destruction yang realistis tanpa harus menjalankan ulang simulasi yang berat.

Technical artist Jesse Miettinen memperkenalkan teknologi Real-Time InfiniteFracture melalui platform X (Twitter). Ia membagikan eksperimen teknis yang menunjukkan bagaimana sistem ini bekerja. Demonstrasi teknologi tersebut dapat dilihat melalui postingan berikut:
https://x.com/jessemiettinen/status/1993694000906170449?s=46

Source: https://x.com/jessemiettinen/status/1993694000906170449?s=46

Pendekatan yang digunakan dalam Real-Time InfiniteFracture berfokus pada sistem procedural. Karena itu, simulasi fracture dapat berjalan lebih efisien sekaligus tetap memberi kontrol artistik yang tinggi.


Apa Itu Real-Time InfiniteFracture?

Real-Time InfiniteFracture merupakan sistem simulasi kehancuran objek 3D berbasis procedural. Teknologi ini memungkinkan objek pecah secara dinamis selama simulasi berlangsung.

Dalam produksi animasi atau visual effects (VFX), seniman biasanya menggunakan dua metode utama untuk membuat efek fracture.

1. Pre-fractured simulation

Pada metode ini, artist memecah objek terlebih dahulu sebelum menjalankan simulasi. Pendekatan ini stabil dan mudah dikontrol. Namun, fleksibilitasnya terbatas karena pola pecahan sudah ditentukan sejak awal.

2. Real-time fracturing

Pada metode ini, sistem menghancurkan objek saat simulasi berjalan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi. Namun, proses komputasinya jauh lebih berat karena sistem harus menghitung pecahan objek secara langsung.

Di sinilah Real-Time InfiniteFracture memberikan solusi. Teknologi ini menggabungkan fleksibilitas simulasi real-time dengan optimasi komputasi yang lebih efisien.

Selain itu, penelitian mengenai simulasi fracture juga menunjukkan bahwa simulasi real-time membutuhkan optimasi tinggi agar performa tetap stabil. Salah satu penelitian terkait dapat ditemukan pada referensi akademis berikut:
https://link.springer.com/article/10.1007/s11042-022-13049-x


Cara Kerja Real-Time InfiniteFracture

Teknologi Real-Time InfiniteFracture menggunakan konsep “calculate first, adjust later.”

Pertama, sistem menghitung simulasi dasar. Setelah itu, pengguna dapat menyesuaikan hasil simulasi tanpa perlu menjalankan ulang seluruh proses.

Pendekatan ini memberikan beberapa keuntungan penting. Misalnya, pengguna dapat:

  • Mengubah pola pecahan objek
  • Mengatur waktu simulasi
  • Memodifikasi posisi objek
  • Mengatur ulang interaksi antar fragmen

Karena itu, workflow produksi menjadi jauh lebih efisien. Animator tidak perlu menghitung ulang simulasi setiap kali melakukan perubahan kecil.


Integrasi dengan Geometry Nodes

Salah satu keunggulan Real-Time InfiniteFracture terletak pada integrasinya dengan sistem Geometry Nodes dari software 3D Blender.

Geometry Nodes memungkinkan pengguna membangun sistem procedural berbasis node. Dengan sistem ini, artist dapat membuat pipeline efek visual tanpa menulis kode.

Dalam implementasi Real-Time InfiniteFracture, sistem bekerja melalui beberapa tahap utama:

  • Sistem membuat grid point sebagai data simulasi awal
  • Sistem menghitung rotasi serta pergerakan fragmen
  • Sistem menentukan distribusi pecahan objek
  • Sistem mengganti titik data dengan instance geometri

Pendekatan ini membuat proses simulasi jauh lebih ringan. Selain itu, sistem tidak perlu menghitung geometri kompleks sejak awal simulasi.


Kontrol Artistik yang Lebih Baik

Banyak sistem simulasi destruction menghasilkan pecahan yang sulit dikontrol. Akibatnya, hasil pecahan sering terlihat terlalu acak.

Namun, Real-Time InfiniteFracture memberikan kontrol artistik yang lebih besar. Artist dapat mengatur berbagai parameter penting sesuai kebutuhan visual.

Beberapa parameter yang dapat diatur antara lain:

  • Pola fracture permukaan
  • Distribusi fragmen
  • Timing animasi
  • Posisi objek setelah simulasi

Karena itu, teknologi Real-Time InfiniteFracture sangat membantu proses art direction dalam produksi animasi atau VFX.


Baca Juga Artikel Game Indie Lainnya

Jika kamu ingin membaca artikel lain seputar game menarik, kamu bisa mengunjungi halaman berikut:

? Artikel Game Indie
https://socs.binus.ac.id/game

? Artikel terkait:
https://socs.binus.ac.id/game/2026/03/06/kisah-pengembangan-game-tunic/

Referensi:
x.com/jessemiettinen
Game Application and Technology

Kelvin

Eduard Sutanto

Author

Content Creator Intern @BINUS Game Application & Technology

Muhamad Fajar

Muhamad Fajar

Editor

Lecturer @BINUS Game Application Technology