Source: Steam Page

Saat ini banyak pemain memiliki daftar backlog menumpuk yang tidak pernah tersentuh. Oleh karena itu, pengembang solo Nic Taylor menghadirkan solusi unik melalui Game Quest: The Backlog Battler. Game ini menawarkan genre hack-and-slash satir dengan premis yang sangat jenius bagi para kolektor. Koleksi game lama milikmu kini bangkit dan menyerang karakter utama di tengah arena. Sistem Game Quest: The Backlog Battler memindai data asli library Steam milikmu melalui Steam API secara otomatis. Selain itu, pengembang merancang musuh yang muncul berdasarkan kebiasaan belanja kamu yang impulsif. Pengalaman bermain pun terasa sangat personal karena musuh tersebut mencerminkan daftar belanja kamu sendiri.

Mekanik: Semakin Mahal, Semakin Susah

Source: Steam Page

Mekanik utama Game Quest: The Backlog Battler mengandalkan integrasi Steam API untuk mengubah daftar belanjaan menjadi tantangan nyata yang berbahaya. Game yang kamu abaikan akan muncul sebagai musuh dengan tingkat kesulitan yang unik dan menantang. Selanjutnya, harga asli serta skor Metacritic dari judul tersebut menentukan seberapa kuat serangan musuh. Jika harga game tersebut semakin mahal, maka serangan mereka akan menghancurkan karaktermu dengan lebih cepat. Sebaliknya, game yang paling sering kamu mainkan justru hadir membantu kamu sebagai sekutu kuat. Kamu bisa menghancurkan tumpukan disket zombi tersebut menggunakan perangkat keras gaming ikonik dalam Game Quest: The Backlog Battler.

Visual: Estetika Retro yang Minimalis

Source: Steam Page

Sisi visual Game Quest: The Backlog Battler mengusung gaya 3D low-poly minimalis yang terlihat sangat estetik sekaligus modern. Pengembang menampilkan setiap musuh sebagai disket meluncur yang lincah dan mengejar pemain di seluruh area. Bahkan, setiap musuh membawa logo asli dari game di library Steam milikmu untuk memperkuat kesan personal. Kamu mungkin akan merasa sedikit menyesal saat melihat judul game favorit mengejar karaktermu di arena. Desain lingkungan yang sangat sederhana ini membuat pemain tetap fokus pada aksi inti Game Quest: The Backlog Battler. Jadi, tampilan visual ini memberikan pengalaman bermain yang lucu sekaligus menyentil perilaku para pengoleksi game digital.

Kesimpulan

Source: Steam Page

Game Quest: The Backlog Battler bukan sekadar game aksi biasa melainkan sebuah refleksi cerdas atas konsumerisme digital masa kini. Elemen roguelite dan komedi satir dalam Game Quest: The Backlog Battler efektif membantu pemain menghadapi rasa bersalah mereka. Oleh sebab itu, segera mainkan Game Quest: The Backlog Battler jika kamu ingin “membersihkan” library milikmu sekarang juga. Kamu harus segera mengangkat senjata untuk memenangkan pertarungan melawan tumpukan game lama tersebut. Pastikan juga kamu mengatur profil Steam ke “Public” agar sistem bisa mendeteksi daftar musuh dengan akurat.

Ingin tahu lebih banyak seputar berita game? Kamu bisa membaca ulasan kami sebelumnya tentang Angels In Orbit. Jangan lupa buat follow Instagram kami @binusgat untuk konten menarik!

Referensi:
Steam Page

Evan Derian Rustam

Felix Olivier Stefano

Author

Content Creator Intern @BINUS Game Application & Technology

Muhamad Fajar

Muhamad Fajar

Editor

Lecturer @BINUS Game Application Technology