Sekilas terlihat seperti animasi pixel art biasa. Namun di baliknya, developer menggunakan animasi 3D sebagai dasar.
Source: Arthur Munoz, X

Animasi pixel art biasanya dibuat secara manual dan memakan waktu. Developer harus menggambar setiap frame untuk menghasilkan gerakan yang halus. Namun, pendekatan ini mulai berkembang. Seorang developer bernama Arthur Muñoz membagikan proses berbeda. Ia menunjukkan bagaimana animasi dalam game The Last Faith memanfaatkan animasi 3D sebagai dasar, lalu mengubahnya menjadi 2D pixel art. Dengan cara ini, developer bisa menghasilkan animasi yang lebih halus sekaligus mempercepat produksi. Selain itu, teknik ini juga menjaga kualitas visual tetap konsisten.


Mengenal The Last Faith

Source: Arthur Munoz, X

The Last Faith menghadirkan dunia bergaya gothic yang gelap dan penuh misteri. Lingkungannya terasa suram, sehingga menciptakan atmosfer yang menekan sepanjang permainan.

Pemain mengendalikan karakter bernama Eryk. Ia terjebak dalam dunia yang dipenuhi kutukan. Cerita berkembang secara bertahap melalui eksplorasi, bukan lewat narasi langsung.

Fitur Utama Gameplay

Game ini menawarkan pengalaman yang cukup intens. Berikut beberapa elemen utamanya:

  • Pertarungan cepat dan brutal
    Pemain harus mengandalkan refleks dan timing.
  • Variasi senjata dan kemampuan
    Pemain bisa menyesuaikan gaya bermain.
  • Eksplorasi area terhubung
    Dunia terbuka secara bertahap.
  • Nuansa soulslike
    Tingkat kesulitan tinggi menuntut strategi.

Dengan kombinasi tersebut, game ini tidak hanya mengandalkan visual. Gameplay-nya juga terasa menantang dan mendalam.


Teknik Animasi: Dari 3D ke Pixel Art

Source: Arthur Munoz, X

Arthur Muñoz menunjukkan pendekatan hybrid. Ia tidak menggambar semua animasi secara manual. Sebagai gantinya, ia memulai dari animasi 3D.

Setelah itu, ia mengubah hasilnya menjadi sprite 2D. Pendekatan ini membuat animasi lebih natural dan efisien.

Tahapan Pembuatan Animasi

Berikut proses yang digunakan:

1. Membuat Animasi di 3D

Developer membuat animasi menggunakan software 3D. Mereka menggunakan rig untuk mengatur gerakan karakter.

Dengan metode ini, mereka bisa mengatur pose dan transisi dengan presisi.

2. Mengatur Gerakan Lebih Akurat

Dalam 3D, developer bisa mengontrol detail kecil. Misalnya seperti berat gerakan atau ayunan senjata.

Karena itu, hasilnya terlihat lebih realistis dibanding metode manual.

3. Frame Sampling

Setelah animasi selesai, developer memilih frame penting. Mereka tidak menggunakan semua frame.

Dengan begitu, jumlah sprite tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas.

4. Konversi ke Sprite 2D

Developer mengubah hasil render menjadi sprite. Terkadang, artist melakukan overdraw agar hasilnya lebih sesuai dengan gaya pixel art.

5. Penyesuaian Visual Pixel Art

Setelah konversi, mereka menyesuaikan resolusi dan warna. Tujuannya agar tetap konsisten dengan gaya visual game.


Keunggulan Teknik Ini

Pendekatan ini memberikan banyak manfaat:

  • Animasi lebih halus
    Gerakan terasa lebih natural karena berbasis 3D.
  • Produksi lebih cepat
    Developer tidak perlu menggambar semua frame.
  • Konsistensi terjaga
    Proporsi karakter tetap stabil di setiap animasi.
  • Workflow lebih fleksibel
    Developer bisa mengedit animasi di tahap 3D.

Selain itu, teknik ini tetap mempertahankan gaya pixel art klasik. Hasil akhirnya tetap terlihat seperti animasi tradisional.


Kenapa Teknik Ini Semakin Populer?

Saat ini, banyak developer menggabungkan teknik 3D dan 2D. Mereka tidak lagi memilih salah satu saja.Di satu sisi, 3D memberikan fleksibilitas. Di sisi lain, 2D menawarkan gaya visual yang unik. Karena itu, kombinasi keduanya menjadi solusi yang efisien dan modern.


Kesimpulan

Pendekatan animasi di The Last Faith menunjukkan evolusi dalam pembuatan game. Developer tidak lagi bergantung pada metode tradisional sepenuhnya.

Dengan memanfaatkan animasi 3D, mereka bisa:

  • mempercepat produksi
  • meningkatkan kualitas gerakan
  • menjaga konsistensi visual

Pada akhirnya, teknik ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu mengubah gaya visual. Sebaliknya, developer bisa meningkatkan proses tanpa menghilangkan identitas pixel art.

Baca Juga Artikel Game Lainnya

Jika kamu ingin membaca artikel lain seputar game menarik, kamu bisa mengunjungi halaman berikut:

📌 Artikel Game:
https://socs.binus.ac.id/game

📌 Artikel terkait:
https://socs.binus.ac.id/game/2026/02/26/refind-self-the-personality-test-game/

Referensi:
Twitter 
SteamPage

Kelvin

Anthoni

Author

Content Creator Intern @BINUS Game Application & Technology

Muhamad Fajar

Muhamad Fajar

Editor

Lecturer @BINUS Game Application Technology