Jadi Pengelola Hotel, Tapi Hotelnya Malah Memakan Tamu? Kenalan dengan Hotel Is Hungry
Hotel Is Hungry adalah game horror management di mana pemain harus mengatur tamu, kamar, listrik, dan menentukan siapa yang akan menjadi santapan hotel
Source: Zomia Studio/ Steam
Link to Game: Starshard Brigands
Biasanya, pekerjaan mengelola hotel terdengar cukup sederhana.
Tapi bagaimana kalau hotel tempat kamu bekerja ternyata makhluk hidup yang membutuhkan manusia sebagai makanan?
Inilah konsep yang dibawa Hotel Is Hungry, sebuah game horror yang menggabungkan hotel management dengan psychological horror dan body horror.
Di sini, kamu bukan hanya bertugas memastikan tamu mendapatkan kamar yang tepat.
Kamu juga harus menentukan siapa yang akan selamat sampai pagi dan siapa yang akan menjadi santapan hotel.
Dan kalau salah menempatkan seseorang di kamar…
Seseorang bisa mati.
Apa Itu Hotel Is Hungry?
Source: Zomia Studio/ Steam
Hotel Is Hungry adalah game horror management dari Chocolate Dungeon yang menempatkan pemain sebagai pengelola sebuah hotel misterius.
Dunia telah mengalami kehancuran setelah sebuah solar flare besar menyebabkan bencana radioaktif. Manusia yang selamat pun mengalami perubahan mengerikan.
Di tengah dunia seperti itu, kamu justru mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga hotel.
Namun, hotel tersebut bukan bangunan biasa.
Hotel ini adalah makhluk hidup raksasa yang membutuhkan makanan.
Tugasmu adalah menjaga agar hotel tetap kenyang sambil menyembunyikan kenyataan tersebut dari para tamu.
Jadi, pekerjaanmu kurang lebih seperti ini:
Terima tamu → tempatkan di kamar → kelola hotel → pastikan ada korban → bertahan hidup sampai pagi.
Mudah, kan?
Tidak juga.
Kelola Hotel pada Siang Hari
Gameplay Hotel Is Hungry terbagi menjadi dua bagian utama.
Pada siang hari, kamu bekerja di meja resepsionis.
Tamu-tamu baru akan datang dan kamu harus memeriksa mereka sebelum menentukan apakah mereka boleh menginap.
Masalahnya, kamu hanya boleh menolak satu orang setiap hari.
Artinya, kamu tidak bisa begitu saja menolak semua tamu yang terlihat mencurigakan. Kamu harus menerima sebagian besar dari mereka dan kemudian mencari cara untuk mengatur keberadaan mereka di hotel.
Di sinilah bagian management mulai terasa penting.
Setiap tamu memiliki kebutuhan dan peran masing-masing.
Ada yang merupakan korban.
Ada yang merupakan pembunuh.
Ada juga sheriff.
Dan semuanya bisa saling memengaruhi.
Salah Kamar Bisa Membunuh Seseorang
Salah satu mekanik paling unik dari Hotel Is Hungry adalah sistem penempatan tamu.
Kamu harus menempatkan para tamu ke kamar menggunakan sistem yang menyerupai Tetris.
Kedengarannya sederhana.
Tetapi posisi setiap orang sangat penting.
Menempatkan seseorang di sebelah tamu yang salah dapat mengubah apa yang terjadi pada malam hari.
Misalnya, seorang pembunuh ditempatkan terlalu dekat dengan korbannya.
Maka kamu sebenarnya sudah menentukan siapa yang kemungkinan besar akan menjadi korban malam itu.
Dengan begitu, sistem penempatan kamar bukan hanya soal mengatur hotel agar terlihat rapi.
Kamu sedang menyusun sebuah situasi yang bisa menentukan siapa yang hidup dan siapa yang mati.
Kamu Harus Menentukan Siapa yang Dimakan Hotel
Source: Zomia Studio/ Steam
Hotel dalam Hotel Is Hungry bukan sekadar lokasi.
Ia memiliki kebutuhan.
Dan setiap malam, hotel membutuhkan seseorang untuk dimakan.
Inilah bagian yang membuat pekerjaanmu terasa semakin tidak nyaman.
Kamu mungkin sudah menerima beberapa tamu.
Semuanya sudah mendapatkan kamar.
Tetapi kamu tahu bahwa sebelum pagi tiba, salah satu dari mereka kemungkinan akan menjadi makanan hotel.
Jadi pertanyaannya bukan lagi:
“Bagaimana cara menyelamatkan semua tamu?”
Melainkan:
“Siapa yang harus dikorbankan?”
Dan keputusan tersebut berada di tanganmu.
Jangan Abaikan Sistem Listrik
Selain mengatur posisi tamu, kamu juga harus mengelola jaringan listrik hotel.
Setiap malam, kamu harus menentukan ruangan mana yang mendapatkan listrik.
Masalahnya, kamu tidak bisa membuat semua ruangan tetap aman begitu saja.
Kalau sebuah kamar dibiarkan tanpa penerangan, tamu di dalamnya bisa menjadi mangsa hotel.
Dengan demikian, listrik menjadi bagian dari strategi.
Kamu harus menentukan prioritas.
Kamar mana yang harus tetap menyala?
Siapa yang perlu dilindungi?
Dan kamar mana yang bisa kamu biarkan gelap?
Satu keputusan sederhana mengenai listrik dapat menentukan siapa yang masih hidup keesokan harinya.
Kalau Ada yang Menyerang, Lari ke Cahaya!
Source: Zomia Studio/ Steam
Setelah malam tiba, Hotel Is Hungry berubah dari game management menjadi survival horror.
Kamu akan membawa sebuah flashlight dan menjelajahi koridor hotel yang gelap.
Dan tentu saja, tidak semua tamu akan tetap berada di kamarnya.
Jika salah satu dari mereka menyerangmu, kamu harus segera berlari menuju Bar yang berada di ujung koridor.
Kenapa Bar?
Karena monster tidak dapat memasuki area yang terang.
Jadi cahaya menjadi tempat perlindunganmu.
Masalahnya, jaraknya tidak selalu dekat.
Kalau sesuatu mulai mengejarmu di koridor gelap, kamu tidak bisa hanya berdiri dan menunggu.
Lari.
Terkadang Tamu Meminta Pesanan
Hotel ini juga tidak hanya berisi tamu yang menunggu untuk dimakan.
Beberapa tamu dapat mengetuk pintumu dan meminta sesuatu.
Mereka mungkin menginginkan kopi panas.
Atau bir dingin.
Atau makanan yang perlu dipanaskan menggunakan microwave.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, kamu harus pergi ke Bar, menyiapkan pesanan, kemudian membawanya kembali kepada tamu.
Kedengarannya seperti pekerjaan hotel biasa.
Sampai kamu ingat bahwa koridor di antara kamarmu dan Bar dipenuhi sesuatu yang mungkin ingin membunuhmu.
Jadi perjalanan mengambil kopi bukan sekadar pekerjaan tambahan.
Itu adalah perjalanan pulang-pergi yang bisa berakhir dengan kematian.
Berani Mengintip dari Lubang Kunci?
Ada juga situasi ketika tamu tidak mau berkomunikasi denganmu.
Kalau itu terjadi, kamu dapat mencoba mengintip melalui keyhole untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam kamar.
Tetapi tentu saja, game horror tidak akan memberikan pilihan seperti itu secara gratis.
Ketika mengintip, kamu mungkin melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana.
Bahkan ada kemungkinan kamu melihat sebuah mata lain yang sedang menatap balik dari dalam kamar.
Atau pintunya tiba-tiba terbuka.
Jadi, mencari informasi mengenai tamu juga memiliki risiko.
Kamu ingin tahu apa yang terjadi di balik pintu.
Tapi mungkin sebenarnya kamu tidak ingin tahu.
Tingkatkan Hotel dan Peralatanmu
Tentu saja, kamu tidak akan selamanya bekerja dengan fasilitas hotel yang sama.
Uang yang diperoleh dapat digunakan untuk membuka lantai dan kamar baru.
Kamu juga bisa mendapatkan pemasukan tambahan melalui mini-game seperti membuat kopi, menyiapkan bir, dan menggunakan microwave.
Selain memperluas hotel, uang juga dapat digunakan untuk meningkatkan peralatan.
Misalnya, kamu bisa meng-upgrade:
- Flashlight untuk membantu bertahan di koridor.
- Generator untuk meningkatkan kemampuan mengelola listrik.
- Hotel dengan membuka lantai dan kamar baru.
Dengan begitu, ada perkembangan yang berjalan bersamaan dengan semakin sulitnya situasi di hotel.
Setiap Malam Bisa Berbeda
Source: Zomia Studio/ Steam
Hotel Is Hungry juga tidak ingin setiap malam terasa sama.
Generator bisa mengalami masalah.
Tamu dapat bergerak di sekitar hotel.
Aturan dapat berubah.
Dan pilihan yang kamu buat dapat meninggalkan konsekuensi untuk malam berikutnya.
Kalau seorang tamu mati, bukan berarti kejadian tersebut langsung dilupakan.
Orang lain mungkin menyadarinya.
Keputusanmu juga dapat memberikan dampak permanen terhadap perjalanan.
Karena itu, pemain tidak hanya perlu memikirkan apa yang terjadi sekarang.
Kamu juga harus mempertimbangkan apa yang mungkin terjadi setelahnya.
Hotelnya Sendiri Adalah Monster
Inilah bagian yang menurutku paling menarik dari konsep Hotel Is Hungry.
Biasanya, game horror menggunakan rumah, rumah sakit, sekolah, atau hotel sebagai tempat berlangsungnya cerita.
Namun, di game ini, bangunannya sendiri adalah makhluk hidup.
Hotel tersebut memiliki kebutuhan.
Hotel tersebut membutuhkan makanan.
Dan hotel tersebut dapat memengaruhi siapa yang akan menjadi korbannya.
Dengan kata lain, kamu sebenarnya bekerja untuk sesuatu yang mungkin saja suatu hari nanti memutuskan bahwa kamu juga terlihat seperti makanan yang cukup enak.
Konsep ini membuat mekanisme management dan horror saling berhubungan.
Kamu tidak sekadar mengelola hotel.
Kamu sedang mengelola sebuah monster yang kebetulan berbentuk hotel.
Gabungan Hotel Management dan Survival Horror
Keunikan terbesar Hotel Is Hungry muncul dari perpaduan dua genre yang cukup berbeda.
Di satu sisi, kamu memiliki gameplay management.
Kamu mengatur tamu, kamar, listrik, pendapatan, upgrade, dan fasilitas hotel.
Di sisi lain, ada survival horror.
Kamu harus berjalan melewati koridor gelap, menggunakan flashlight, menghindari monster, mengintip kamar, dan berlari menuju sumber cahaya ketika diserang.
Dua sisi tersebut tidak berdiri sendiri.
Keputusanmu saat mengelola hotel pada siang hari akan memengaruhi apa yang kamu hadapi pada malam hari.
Jadi, bagian management bukan sekadar jeda dari horror.
Management itulah yang menentukan seberapa buruk horror yang akan kamu hadapi.
Visual Pixel Art yang Membuatnya Semakin Unik
Secara visual, Hotel Is Hungry menggunakan gaya 2D pixel art.
Kontras antara tampilan pixel art dengan tema body horror membuat desain game ini memiliki karakter tersendiri. Steam juga memasukkan pixel graphics dan 2D sebagai salah satu tag game.
Alih-alih menggunakan visual realistis, game ini menggunakan gaya pixel untuk menggambarkan hotel, tamu, monster, dan berbagai kejadian mengerikan yang terjadi di dalamnya.
Hasilnya justru membuat situasi tertentu terasa semakin aneh.
Karena terkadang sesuatu yang terlihat sederhana dalam pixel art bisa menjadi jauh lebih menyeramkan ketika kamu sadar apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Kapan Hotel Is Hungry Dirilis?
Saat ini Hotel Is Hungry masih dalam pengembangan.
Game ini dikembangkan sekaligus diterbitkan oleh Chocolate Dungeon dan direncanakan hadir di PC pada Q2 2027.
Karena masih dalam tahap pengembangan, beberapa fitur dan detailnya masih dapat berubah sebelum versi final dirilis.
Namun, konsep utamanya sudah cukup jelas: sebuah game horror management di mana pemain harus mengurus hotel, mengatur tamu, menjaga listrik, melayani pesanan, dan memastikan hotel mendapatkan makanan.
Kesimpulan
Hotel Is Hungry mengambil pekerjaan yang terdengar biasa—mengelola hotel—lalu mengubahnya menjadi mimpi buruk.
Pada siang hari, kamu harus memeriksa tamu, menentukan siapa yang diterima, menempatkan mereka di kamar, dan mengatur listrik hotel.
Pada malam hari, kamu harus menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut.
Kamu bisa menemukan tamu yang menjadi pembunuh, korban yang berada di kamar yang salah, monster yang berkeliaran di koridor, atau ruangan gelap yang membuat seseorang menjadi santapan hotel.
Semua itu terjadi karena satu alasan:
Hotel tersebut lapar.
Dengan menggabungkan hotel management, puzzle penempatan ala Tetris, resource management, survival horror, dan body horror, Hotel Is Hungry menawarkan konsep yang cukup berbeda dari game horror pada umumnya.
Karena di sini, tugasmu bukan hanya bertahan hidup dari monster.
Tugasmu adalah memastikan monster yang kamu sebut “hotel” tetap kenyang.
Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan game indie dan dunia game development, jangan lewatkan artikel berikut:
- 📌 Artikel Game Indie: https://socs.binus.ac.id/game
- 📌 Kisah Pengembangan Game Tunic: https://socs.binus.ac.id/game/2026/03/06/kisah-pengembangan-game-tunic/
Referensi:
Steam




Comments :