{"id":2016,"date":"2026-08-08T13:47:59","date_gmt":"2026-08-08T13:47:59","guid":{"rendered":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/?p=2016"},"modified":"2026-08-08T13:47:59","modified_gmt":"2026-08-08T13:47:59","slug":"terrasplines-tool-unity-yang-mempermudah-pembuatan-terrain-untuk-game","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/2026\/08\/08\/terrasplines-tool-unity-yang-mempermudah-pembuatan-terrain-untuk-game\/","title":{"rendered":"TerraSplines, Tool Unity yang Mempermudah Pembuatan Terrain untuk Game"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"279\" data-end=\"630\">Membuat terrain untuk\u00a0game\u00a0di Unity sering membutuhkan banyak percobaan. Developer perlu mengubah bukit, jalan, dan area lingkungan berkali-kali sampai menemukan bentuk yang sesuai. Untuk mempercepat proses tersebut, tim GRUELSCUM membuat TerraSplines, tool berbasis spline yang membantu developer mengedit terrain dengan workflow non-destructive.<\/p>\n<p data-start=\"632\" data-end=\"835\">Jettelly kemudian membagikan demonstrasi TerraSplines melalui X. Video tersebut memperlihatkan cara developer menggunakan spline untuk membentuk permukaan terrain dan mengatur tekstur pada area tertentu.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"btb8cs\" data-start=\"837\" data-end=\"861\">Apa Itu TerraSplines?<\/h1>\n<h1><span style=\"font-size: 12pt\"><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2017 size-full\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/08\/image_2026-08-08_201309196.png\" alt=\"\" width=\"1925\" height=\"966\" \/>Source: https:\/\/x.com\/jettelly\/status\/2074206750715027951<\/em><\/span><\/h1>\n<p data-start=\"863\" data-end=\"1107\">TerraSplines merupakan tool Unity yang memungkinkan developer mengedit terrain menggunakan spline. Pengguna cukup membuat spline di dalam scene, lalu menggunakannya sebagai brush untuk membentuk terrain tanpa mengubah heightmap secara langsung.<\/p>\n<p data-start=\"1109\" data-end=\"1299\">Setiap spline memiliki beberapa parameter yang bisa developer atur. Pengguna dapat mengubah ketebalan, tingkat kekerasan, dan pengaturan lainnya untuk mendapatkan bentuk terrain yang sesuai.<\/p>\n<p data-start=\"1301\" data-end=\"1468\">Pendekatan ini membuat proses pembuatan lingkungan\u00a0game\u00a0terasa lebih fleksibel. Developer juga bisa mencoba berbagai bentuk tanpa mengubah terrain secara permanen.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"w188mb\" data-start=\"1470\" data-end=\"1513\">Menggunakan Spline sebagai Brush Terrain<\/h1>\n<p data-start=\"1515\" data-end=\"1686\">Salah satu fitur utama TerraSplines adalah penggunaan spline sebagai brush. Spline kemudian memengaruhi heightmap sesuai dengan bentuk dan pengaturan yang developer pilih.<\/p>\n<p data-start=\"1688\" data-end=\"1880\">Developer dapat membuat jalur, area datar, bukit, dan berbagai bentuk terrain lainnya. Mereka juga bisa menggabungkan beberapa spline untuk menciptakan lingkungan\u00a0game\u00a0yang lebih kompleks.<\/p>\n<p data-start=\"1882\" data-end=\"2080\">Cara ini sangat cocok untuk pembuatan level\u00a0game\u00a0yang membutuhkan banyak iterasi. Ketika desain level berubah, developer cukup memindahkan spline. Mereka tidak perlu membangun terrain dari awal.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"s6mebw\" data-start=\"2082\" data-end=\"2120\">Memanfaatkan GPU dan Compute Shader<\/h1>\n<p data-start=\"2122\" data-end=\"2293\">TerraSplines memanfaatkan compute shader untuk memproses spline melalui GPU. Sistem ini kemudian mengubah bentuk spline menjadi data yang dapat Unity gunakan pada terrain.<\/p>\n<p data-start=\"2295\" data-end=\"2448\">TerraSplines memproses setiap spline secara berurutan. Developer kemudian dapat menggabungkan beberapa hasil untuk membentuk terrain yang lebih kompleks.<\/p>\n<p data-start=\"2450\" data-end=\"2627\">Sistem tersebut juga mendukung proses layering dan blending. Developer dapat menyesuaikan hasilnya dengan kebutuhan desain level tanpa melakukan terlalu banyak pekerjaan manual.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"1wvjyqg\" data-start=\"2629\" data-end=\"2656\">Workflow Non-Destructive<\/h1>\n<p data-start=\"2658\" data-end=\"2818\">Salah satu keunggulan TerraSplines adalah workflow non-destructive. Tool ini menyimpan kondisi dasar terrain sebelum developer menerapkan perubahan dari spline.<\/p>\n<p data-start=\"2820\" data-end=\"2967\">Dengan sistem tersebut, developer bebas memindahkan, mengubah, atau menghapus spline kapan saja. Terrain dasar tetap aman selama proses eksperimen.<\/p>\n<p data-start=\"2969\" data-end=\"3148\">Fitur ini sangat berguna dalam pengembangan\u00a0game\u00a0karena desain level sering mengalami perubahan. Developer dapat mencoba berbagai ide tanpa takut merusak pekerjaan sebelumnya.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"jbbfbd\" data-start=\"3150\" data-end=\"3188\">Tidak Hanya untuk Membentuk Terrain<\/h1>\n<p data-start=\"3190\" data-end=\"3383\">TerraSplines tidak hanya berfungsi untuk mengubah ketinggian terrain. Developer juga dapat menggunakan spline untuk mengecat tekstur dan menempatkan elemen lingkungan seperti rumput atau pohon.<\/p>\n<p data-start=\"3385\" data-end=\"3567\">Satu sistem dapat membantu berbagai kebutuhan environment art. Developer cukup menentukan area menggunakan spline, kemudian menerapkan tekstur atau objek sesuai bentuk area tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"3569\" data-end=\"3683\">Cara ini dapat mempercepat pembuatan lingkungan\u00a0game, terutama untuk proyek yang memiliki banyak area outdoor.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"b7uwd0\" data-start=\"3685\" data-end=\"3727\">Dibuat dari Kebutuhan Pengembangan Game<\/h1>\n<p data-start=\"3729\" data-end=\"3876\">Tim GRUELSCUM mengembangkan TerraSplines saat mengerjakan\u00a0<em data-start=\"3787\" data-end=\"3801\">Lost Longing<\/em>. Mereka membutuhkan banyak iterasi ketika mencari bentuk level yang tepat.<\/p>\n<p data-start=\"3878\" data-end=\"4072\">Tool terrain yang tersedia saat itu belum memenuhi kebutuhan workflow mereka. Karena itu, tim mulai mengembangkan sistem spline sendiri. Sistem tersebut kemudian berkembang menjadi TerraSplines.<\/p>\n<p data-start=\"4074\" data-end=\"4285\">Pengalaman GRUELSCUM menunjukkan bahwa kebutuhan produksi\u00a0game\u00a0dapat mendorong developer menciptakan tool khusus. Tool seperti ini kemudian membantu menyelesaikan masalah workflow selama proses pengembangan.<\/p>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"1uu80v7\" data-start=\"4287\" data-end=\"4326\">Cocok untuk Membuat Environment Game<\/h1>\n<p data-start=\"4328\" data-end=\"4505\">TerraSplines dapat membantu developer yang sering mengerjakan lingkungan outdoor. Sistem spline memberikan kontrol yang lebih fleksibel daripada sculpting terrain secara manual.<\/p>\n<p data-start=\"4507\" data-end=\"4587\">Tool ini dapat membantu berbagai kebutuhan dalam pengembangan\u00a0game, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"4589\" data-end=\"4840\">\n<li data-section-id=\"3i49k1\" data-start=\"4589\" data-end=\"4628\">Membuat jalur dan jalan pada terrain.<\/li>\n<li data-section-id=\"9ij3bp\" data-start=\"4629\" data-end=\"4663\">Membentuk bukit atau area datar.<\/li>\n<li data-section-id=\"1v4ro5h\" data-start=\"4664\" data-end=\"4697\">Mengatur area tekstur tertentu.<\/li>\n<li data-section-id=\"i2br1q\" data-start=\"4698\" data-end=\"4740\">Menempatkan vegetasi berdasarkan spline.<\/li>\n<li data-section-id=\"y2e20z\" data-start=\"4741\" data-end=\"4783\">Mencoba desain level dengan lebih cepat.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ot2cjl\" data-start=\"4784\" data-end=\"4840\">Mengubah bentuk terrain tanpa merusak bentuk dasarnya.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h1 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"4842\" data-end=\"4855\">Kesimpulan<\/h1>\n<p data-start=\"4857\" data-end=\"5126\">TerraSplines menunjukkan bagaimana tool khusus dapat menyederhanakan proses pembuatan terrain dalam\u00a0game development. Developer dapat menggunakan spline untuk membentuk terrain, mengatur tekstur, dan mengelola elemen lingkungan dengan workflow yang lebih fleksibel.<\/p>\n<p data-start=\"5128\" data-end=\"5467\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dukungan compute shader dan workflow non-destructive juga membantu developer melakukan iterasi dengan lebih bebas. Bagi kamu yang tertarik dengan\u00a0game development, technical art, atau environment design, TerraSplines bisa menjadi contoh menarik tentang bagaimana teknologi dapat membuat proses pembuatan\u00a0game\u00a0menjadi lebih efisien.<\/p>\n<div class=\"mt-3 w-full empty:hidden\">\n<div class=\"text-center\">\n<p style=\"font-size: 11pt;margin-top: 40px;padding-top: 20px;border-top: 1px solid #eee\">Referensi:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/store.steampowered.com\/app\/3631290\/Slots__Daggers\/\">Steam Store<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/\">Game Application and Technology<\/a><\/p>\n<p><!-- Author Box --><\/p>\n<div style=\"flex-wrap: wrap;justify-content: space-between;background: linear-gradient(135deg, #fb8e16 0%, #e86c00 100%);padding: 20px;border-radius: 15px;color: white;margin: 50px 0\">\n<p style=\"color: white\"><!-- Author --><\/p>\n<div style=\"flex: 1;min-width: 250px;align-items: center;margin-bottom: 10px\">\n<div style=\"width: 70px;height: 70px;border-radius: 50%;background: white;margin-right: 15px;overflow: hidden;border: 2px solid white;flex-shrink: 0\">\n<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1143\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/03\/image_2026-03-09_152905006.png\" alt=\"\" width=\"1864\" height=\"2056\" \/><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1043 size-full\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/image011.png\" alt=\"Kelvin\" width=\"570\" height=\"570\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h3 style=\"margin: 0 0 3px;font-size: 16px\">Eduard Sutanto<\/h3>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 13px;font-weight: 600\">Author<\/p>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 12px;opacity: 0.9\">Content Creator Intern @BINUS Game Application &amp; Technology<\/p>\n<p style=\"color: white\"><!-- Editor --><\/p>\n<div style=\"flex: 1;min-width: 250px;align-items: center;padding-top: 20px;border-top: 1px solid #eee\">\n<div style=\"width: 70px;height: 70px;border-radius: 50%;background: white;margin-right: 15px;overflow: hidden;border: 2px solid white;flex-shrink: 0\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%;height: 100%;object-fit: cover\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/07\/Fajar.jpg\" alt=\"Muhamad Fajar\" \/><\/div>\n<div>\n<h3 style=\"margin: 0 0 3px;font-size: 16px\">Muhamad Fajar<\/h3>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 13px;font-weight: 600\">Editor<\/p>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 12px;opacity: 0.9\">Lecturer @BINUS Game Application Technology<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membuat terrain untuk\u00a0game\u00a0di Unity sering membutuhkan banyak percobaan. Developer perlu mengubah bukit, jalan, dan area lingkungan berkali-kali sampai menemukan bentuk yang sesuai. Untuk mempercepat proses tersebut, tim GRUELSCUM membuat TerraSplines, tool berbasis spline yang membantu developer mengedit terrain dengan workflow non-destructive. Jettelly kemudian membagikan demonstrasi TerraSplines melalui X. Video tersebut memperlihatkan cara developer menggunakan spline [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":704,"featured_media":2017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/users\/704"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2016"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2018,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2016\/revisions\/2018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}