{"id":502,"date":"2025-10-29T05:11:55","date_gmt":"2025-10-29T05:11:55","guid":{"rendered":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/?p=502"},"modified":"2025-10-31T19:17:05","modified_gmt":"2025-10-31T19:17:05","slug":"elemental-tetrad-analytical-framework-untuk-memahami-desain-dalam-game-secara-mendetail","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/2025\/10\/29\/elemental-tetrad-analytical-framework-untuk-memahami-desain-dalam-game-secara-mendetail\/","title":{"rendered":"Elemental Tetrad \u2013 Analytical Framework untuk Memahami Desain dalam Game Secara Mendetail"},"content":{"rendered":"<p><span data-ccp-props=\"{}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-504\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/Screenshot-2025-10-27-152609.png\" alt=\"\" width=\"786\" height=\"595\" \/><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Source: Pexels<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\">Game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> bukan hanya soal hiburan saja, tapi juga karya yang memadukan aturan bermain, cerita, visual, dan teknologi. Setiap <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> memiliki cara unik untuk membuat pemain betah, bisa melalui <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">gameplay<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang seru, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">art<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang bagus, atau cerita yang menarik. Karena itulah, kalau kita ingin memahami kenapa sebuah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> bisa begitu menarik, kita perlu melihatnya dari berbagai sisi, bukan hanya dari grafis atau jalan ceritanya saja.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Salah satu cara yang sering dipakai untuk menganalisis <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> adalah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Elemental Tetrad<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, sebuah model yang diperkenalkan oleh Jesse Schell. Model ini membagi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ke dalam empat elemen utama: mekanik, cerita, estetika, dan teknologi. Keempatnya bekerja sama membentuk pengalaman bermain yang utuh. Dengan kerangka ini, kita bisa lebih mudah menilai apa yang membuat sebuah game terasa seru atau justru cepat membosankan, sekaligus melihat bagaimana elemen-elemen itu saling mendukung satu sama lain. Mari kita bahas masing-masing elemennya berikut ini.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Mekanik (<\/span><\/b><b><i><span data-contrast=\"auto\">Mechanics<\/span><\/i><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">)<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mekanik adalah sistem aturan yang menjadi inti dari sebuah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Elemen ini mencakup cara pemain berinteraksi dengan dunia permainan, bagaimana tantangan dirancang, serta apa tujuan utama yang harus dicapai. Misalnya, dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game puzzle<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, mekaniknya berfokus pada pemecahan teka-teki dengan aturan tertentu, sedangkan dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game action<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, mekaniknya bisa berupa pertarungan, pergerakan, dan strategi. Mekanik berfungsi sebagai \u201cmesin\u201d yang membuat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> hidup, dan sering kali menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> terasa menarik atau membosankan.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Cerita (<\/span><\/b><b><i><span data-contrast=\"auto\">Story<\/span><\/i><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">)<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Cerita dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> memberikan konteks yang membungkus mekanik. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Story<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> bukan sekadar kumpulan dialog atau narasi, tetapi sebuah motivasi yang membuat pemain peduli terhadap apa yang mereka lakukan di dalam permainan. Misalnya, dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">The Last of Us<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, mekanik tembak-menembak dan bertahan hidup terasa lebih bermakna karena dibungkus dengan cerita emosional tentang hubungan manusia di tengah dunia yang sedang hancur. Walaupun ada <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang minim cerita, seperti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Tetris<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> atau <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Among Us<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, kehadiran narasi yang kuat biasanya meningkatkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">immersion<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan membuat pengalaman bermain lebih dalam.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Estetika (<\/span><\/b><b><i><span data-contrast=\"auto\">Aestethics<\/span><\/i><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">)<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Estetika mencakup visual, audio, gaya seni, dan atmosfer yang dihadirkan dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Elemen ini sangat penting karena estetika adalah hal pertama yang ditangkap oleh pemain sebelum mereka benar-benar memahami mekaniknya. Suasana yang diciptakan melalui estetika bisa membangun emosi tertentu, seperti ketegangan dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> horor atau rasa kagum dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> eksplorasi dunia terbuka. Misalnya, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Wuthering Waves (WuWa)<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> menghadirkan estetika futuristik dengan nuansa dunia <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">post-apocalypse<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang misterius, didukung oleh desain karakter detail dan musik atmosferik. Dengan kata lain, estetika adalah jembatan emosional antara pemain dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Teknologi (<\/span><\/b><b><i><span data-contrast=\"auto\">Technology<\/span><\/i><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">)<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Teknologi merupakan pondasi yang memungkinkan ketiga elemen lainnya berfungsi. Elemen ini meliputi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game engine<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">platform<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang digunakan, perangkat keras (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">hardware<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">), serta perangkat lunak (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">software<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) yang mendukung jalannya permainan. Teknologi menentukan batasan maupun peluang kreatif dalam desain <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Misalnya, perkembangan teknologi grafis memungkinkan munculnya <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dunia terbuka dengan skala besar seperti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Red Dead Redemption 2<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Tanpa dukungan teknologi yang tepat, mekanik kompleks atau estetika mendetail tidak bisa direalisasikan dengan baik. Karena itu, teknologi sering disebut sebagai \u201calat\u201d yang membuat ide menjadi kenyataan.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selain <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Elemental Tetrad<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, masih ada berbagai macam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">framework <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">yang dapat digunakan untuk keperluan analisis <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game design<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, seperti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Mechanics Dynamics Aesthetics <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(MDA) dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Octalysis <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">yang memiliki kerangka berbeda. Berbagai <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">framework <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">ini memiliki peranan penting dan dikemas menjadi bagian dalam <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game design <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">yang merupakan salah satu bidang ilmu sorotan pada program <\/span><a href=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/\"><i><span data-contrast=\"none\">Game Application &amp; Technology<\/span><\/i><\/a> <span data-contrast=\"auto\">di BINUS University.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Keempat elemen ini tidak bisa dipisahkan, jika salah satunya lemah, keseluruhan pengalaman bermain bisa terganggu. Misalnya <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dengan mekanik solid tetapi estetika buruk maka akan terasa hambar. Sebaliknya, visual indah tanpa mekanik yang menarik juga membuat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game-<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">nya cepat membosankan.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebagai contoh, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> seperti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">The Legend of Zelda: Breath of Wild<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dapat dianalisis dengan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Elemental Tetrad<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">: mekaniknya kaya akan eksplorasi dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">puzzle<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, ceritanya membangkitkan rasa petualangan epik, estetikanya memadukan gaya kartun dengan dunia terbuka yang luas, dan teknologinya memanfaatkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Nintendo Switch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> untuk menghadirkan dunia terbuka yang dinamis.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-503\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/Screenshot-2025-10-27-152739.png\" alt=\"\" width=\"662\" height=\"378\" \/><\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\">Source: <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/gaming-cdn.com\/images\/products\/2616\/616x353\/the-legend-of-zelda-breath-of-the-wild-switch-game-nintendo-eshop-europe-cover.jpg?v=1730381682\"><i><span data-contrast=\"none\">https:\/\/gaming-cdn.com\/images\/products\/2616\/616&#215;353\/the-legend-of-zelda-breath-of-the-wild-switch-game-nintendo-eshop-europe-cover.jpg?v=1730381682<\/span><\/i><\/a><i><span data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Kesimpulan<\/span><\/b><br \/>\n<i><span data-contrast=\"auto\">Elemental Tetrad<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> memberikan cara berpikir yang jelas untuk memahami bagaimana <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> diciptakan dan dianalisis. Keempat elemen mekanik, cerita, estetika, dan teknologi tidak berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dan membentuk pengalaman menyeluruh bagi pemain. Sebuah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dengan mekanik solid namun tanpa estetika menarik mungkin akan terasa membosankan. Sebaliknya, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dengan visual indah tetapi mekanik yang biasa akan cepat kehilangan daya tariknya. Cerita yang kuat mampu memberi makna pada aksi pemain, sementara teknologi yang mumpuni memungkinkan semua aspek tersebut berjalan dengan lancar.<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dengan menggunakan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">framework<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ini, pengembang dapat menilai kekuatan dan kelemahan dalam desain mereka secara lebih objektif. Peneliti juga bisa memakai <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Elemental Tetrad<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> untuk membandingkan game dari berbagai genre atau era. Intinya, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Elemental Tetrad<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> membantu kita memahami bahwa kualitas sebuah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> bukan hanya hasil dari satu elemen tertentu, tetapi kombinasi penuh harmoni dari semua elemen yang bekerja bersama. Pemahaman ini sangat penting, baik bagi desainer yang ingin menciptakan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">game<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> berkualitas tinggi maupun bagi pemain yang ingin lebih kritis dalam menilai pengalaman bermain mereka.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335559738&quot;:240,&quot;335559739&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><!-- References --><\/p>\n<p style=\"font-size: 11pt;margin-top: 40px;padding-top: 20px;border-top: 1px solid #eee\">Referensi:<br \/>\n<span data-contrast=\"auto\">Schell, J. (2008). The art of game design: A book of lenses. CRC Press.<\/span><br \/>\n<a style=\"color: #fb8e16;text-decoration: none\" href=\"https:\/\/www.inventoridigiochi.it\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/art-of-game-design.pdf\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/www.inventoridigiochi.it\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/art-of-game-design.pdf<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><!-- Author Box --><\/p>\n<div style=\"flex-wrap: wrap;justify-content: space-between;background: linear-gradient(135deg, #fb8e16 0%, #e86c00 100%);padding: 20px;border-radius: 15px;color: white;margin: 50px 0\">\n<div style=\"flex: 1;min-width: 250px;align-items: center;margin-bottom: 10px\">\n<div style=\"width: 70px;height: 70px;border-radius: 50%;background: white;margin-right: 15px;overflow: hidden;border: 2px solid white;flex-shrink: 0\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-520\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/IMG_20251029_090035.jpg\" alt=\"\" width=\"3700\" height=\"2778\" \/><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-520\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/IMG_20251029_090035.jpg\" alt=\"\" width=\"3700\" height=\"2778\" \/><\/div>\n<div>\n<h3 style=\"margin: 0 0 3px;font-size: 16px\">Riccardo Ardell Vinsensius<\/h3>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 13px;font-weight: 600\">Author<\/p>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 12px;opacity: 0.9\">Student @BINUS Game Application &amp; Technology<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"flex: 1;min-width: 250px;align-items: center;margin-bottom: 10px\">\n<div style=\"width: 70px;height: 70px;border-radius: 50%;background: white;margin-right: 15px;overflow: hidden;border: 2px solid white;flex-shrink: 0\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-519\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/20251029_090058.jpg\" alt=\"\" width=\"3060\" height=\"2295\" \/><\/div>\n<div>\n<h3 style=\"margin: 0 0 3px;font-size: 16px\">Chandra Saputra<\/h3>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 13px;font-weight: 600\">Author<\/p>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 12px;opacity: 0.9\">Student @BINUS Game Application &amp; Technology<\/p>\n<p><!-- Editor --><\/p>\n<div style=\"flex: 1;min-width: 250px;align-items: center;padding-top: 20px;border-top: 1px solid #eee\">\n<div style=\"width: 70px;height: 70px;border-radius: 50%;background: white;margin-right: 15px;overflow: hidden;border: 2px solid white;flex-shrink: 0\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-551\" src=\"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/1691821064008.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"800\" \/><\/div>\n<div>\n<h3 style=\"margin: 0 0 3px;font-size: 16px\">Galih Dea Pratama<\/h3>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 13px;font-weight: 600\">Editor<\/p>\n<p style=\"margin: 0;font-size: 12px;opacity: 0.9\">Lecturer @BINUS Game Application Technology<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: Pexels\u00a0 \u00a0 Game bukan hanya soal hiburan saja, tapi juga karya yang memadukan aturan bermain, cerita, visual, dan teknologi. Setiap game memiliki cara unik untuk membuat pemain betah, bisa melalui gameplay yang seru, art yang bagus, atau cerita yang menarik. Karena itulah, kalau kita ingin memahami kenapa sebuah game bisa begitu menarik, kita perlu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":704,"featured_media":504,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/users\/704"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=502"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":537,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/502\/revisions\/537"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/media\/504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/socs.binus.ac.id\/game\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}