Perkembangan video game di era modern ini telah mencapai titik dimana realitas dan simulasi sulit untuk dibedakan. Namun, Dibalik perkembangan grafis yang semakin memanjakan mata, terdapat elemen lain yang menjadi berperan besar dalam menarik perhatian pemainnya, yaitu audio visual. Kolaborasi antara elemen audio visual memiliki pengaruh besar dalam membangun imersivitas yang membuat pemain dapat merasakan emosi antara pemain dengan game yang dimainkan.

Apa itu Audio-Visual dan apa perannya di game?
Audio visual adalah gabungan antara suara dan tampilan visual yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau menciptakan pengalaman tertentu bagi penggunanya. Dalam video game, dua elemen ini menjadi komponen penting yang membantu  pemain memahami dunia dan merasakan suasana dan emosi yang ada didalam game.
Di sisi audio, ada beberapa jenis yang umum digunakan: background music, sound effect, voice acting, dan ambient sound. Background music bertugas untuk membangun suasana tertentu, seperti tegang, sedih, ceria. Sementara itu, sound effect merespons tindakan pemain secara langsung , seperti suara langkah kaki, ledakan, atau suara lingkungan sekitar.
Soal visual, kontribusinya juga tidak kalah penting dalam menciptakan pengalaman bermain yang lebih menarik. Desain karakter, warna, pencahayaan, animasi, sampai detail lingkungan. Semuanya membantu pemain lebih memahami suasana dan kondisi dalam game.

Apa itu Audio-Visual dan apa perannya di game?
Audio visual bukan sekadar pemanis dalam video game, ketika keduanya digabungkan  dengan baik, game bisa menciptakan pengalaman yang terasa lebih nyata dan emosional dibanding media hiburan lain. Oleh karena itu, perkembangan teknologi multimedia selalu berdampak langsung pada industri game. Semakin canggih teknologinya, semakin dalam pengalaman yang bisa dihadirkan ke pemain.
Sebagai contoh, Series game The Last Of Us berhasil memanfaatkan kedua elemen ini dengan baik, musiknya sederhana tapi emosional mampu membangun ikatan antara pemain dan karakter dalam ceritanya. Ditambah detail suara environment seperti hujan, footstep, dan conversation kecil antar karakter membuat dunia in-game terasa lebih hidup dan realistis.
Contoh lainnya Red Dead Redemption 2 yang punya kualitas audio visual yang sangat detail. Suara alam, hewan, angin, aktivitas warga di sekitar yang di padukan dengan visual yang realistis sehingga pemain dibuat seolah olah mereka menjadi bagian dari alur cerita game tersebut, hal ini membuat experience terasa lebih imersif dan menarik untuk dijelajahi dalam waktu lama.
Namun tidak semua game berhasil memanfaatkan audio visual dengan baik. Salah satu contoh yang sempat dapat banyak kritik dari pemain Adalah Upin & Ipin Universe. Meskipun memiliki popularitas yang sangat besar di serial animasi nya, hal tersebut tidak menjamin kualitas gameplay nya bisa semenarik animasinya itu sendiri. Banyak pemain yang merasa animasi, eksperis karakter, dan kualitas audio nya kurang di eksekusi dengan baik. Hal tersebut membuat dunia yang seharus nya familiar bagi Sebagian pemainnya malah jadi terasa asing karena kualitas audio dan visualnya yang kaku tidak cukup untung menopang ekspektasinya.
Dari beberapa contoh yang sudah dipaparkan diatas, cukup jelas bahwa audio visual adalah bagian dari game yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pemainnya. Semakin konsisten dan matang eksekusinya, semakin dalam koneksi yang terbentuk antara pemain dan dunia yang ada di dalam layar.

Referensi:

Author:

  • 2802534235 – Muhammad Ridho Fathi Fauzan
  • D7267 – Samson Ndruru, S.Kom., M.Kom