JAKARTA, Oktober 2026 — Dua akademisi dari School of Computer Science (SoCS) BINUS University, Prof. Widodo Budiharto dan Andry Chowanda, Ph.D., berhasil masuk dalam pemeringkatan bergengsi World’s Top 2% Scientists yang dirilis oleh Stanford University bersama Elsevier. Pemeringkatan internasional ini mengukur dampak sitasi para peneliti di seluruh dunia melalui metrik komposit (c-score), dengan mempertimbangkan sitasi independen serta kepemimpinan kepenulisan ilmiah pada subbidang keahlian masing-masing.

Prof. Widodo Budiharto, yang merupakan Lecturer Specialist – Professor di BINUS University sekaligus Leader Center of Excellence (CoE) Humanitarian AI & Technology, kembali mencatatkan konsistensi rekam jejak risetnya dengan menembus dua kategori pemeringkatan sekaligus, yakni kategori dampak sepanjang karier (career-long) dan dampak satu tahun terakhir (single-year). Pada subbidang Artificial Intelligence & Image Processing, Prof. Widodo menunjukkan peran sentral kepenulisan di mana 191 dari total 223 publikasinya merupakan karya sebagai single, first, atau last author. Pengakuan komunitas ilmiah global terhadap riset beliau tecermin dari 344 sitasi independen tanpa sitasi mandiri (non-self citations) dalam setahun terakhir, dengan proporsi self-citation yang rendah di angka 8,75%. Pencapaian ini sekaligus menandai tahun kelima berturut-turut sejak 2022 bagi Prof. Widodo dalam daftar tersebut, menempatkannya pada peringkat 4.362 (single-year) dan 7.068 (career-long) dari total 517.648 peneliti AI dunia yang dievaluasi.

Capaian institusi diperkuat oleh Andry Chowanda, Ph.D., Head of Computer Science Department – Greater Jakarta, yang turut menembus daftar prestisius ini untuk kategori dampak riset satu tahun terakhir (single-year). Melalui dedikasi riset pada bidang kecerdasan buatan, 130 dari total 162 publikasi ilmiah yang ia hasilkan merupakan karya dengan peran sebagai single, first, atau last author. Kualitas dan relevansi publikasi mutakhirnya dibuktikan dengan perolehan 306 sitasi independen sepanjang tahun 2025 serta tingkat self-citation yang terjaga rendah pada level 6,99%. Capaian metrik tersebut menghasilkan nilai c-score 2,54 yang membawanya menempati peringkat ke-8.885 di antara ratusan ribu peneliti AI di tingkat global.

Masuknya dua akademisi School of Computer Science BINUS University dalam pemeringkatan Stanford–Elsevier ini menjadi pengakuan konkret atas signifikansi kontribusi ilmiah para peneliti fakultas di tingkat internasional. Rekam jejak sitasi independen dan kepemimpinan riset ini menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem akademik di kampus, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi yang terus berkontribusi pada perkembangan sains internasional.