Eksplorasi Pemodelan Energi, Tim Mahasiswa School of Computer Science Raih Penghargaan Ganda di MCF ITB 2026

BANDUNG, Mei 2026 — Tim mahasiswa School of Computer Science BINUS University sukses membawa pulang predikat Juara 2 sekaligus Favorite Winner dalam ajang Mathematical Modelling Competition (MMC) – Mathematical Challenge Festival (MCF) ITB 2026. Kompetisi nasional yang berlangsung sejak 14 Februari hingga 3 Mei 2026 ini diikuti oleh 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi.
MCF ITB 2026 menguji ketajaman berpikir para peserta untuk merumuskan solusi atas kompleksitas permasalahan dunia nyata. Pendekatan yang ditekankan meliputi pemodelan matematika yang rigid, analisis data yang mendalam, serta penyusunan rekomendasi berbasis metode kuantitatif yang sistematis.
Mengusung nama Tim SSO2.0, mereka mengajukan riset berjudul “Pemodelan Sistem Fotovoltaik di Bawah Ketidakpastian Iklim: Estimasi Produksi hingga Perencanaan Optimisasi Kapasitas di Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur”. Karya ini menyasar pada optimasi energi terbarukan di wilayah yang sarat akan fluktuasi cuaca ekstrim.

Seleksi ketat dimulai dari babak penyisihan lewat penilaian laporan ilmiah komprehensif. Dari ratusan pendaftar, Tim SSO2.0 berhasil terpilih ke dalam 5 tim terbaik untuk melaju ke babak final secara luring di Institut Teknologi Bandung. Pada fase pamungkas, mereka diuji melalui presentasi di hadapan juri serta pameran infografis hasil pemodelan yang dinilai berdasarkan kejelasan argumen dan visualisasi yang komunikatif.
Tim SSO2.0 beranggotakan:
- Britney Angeline Soeseno – Computer Science & Statistics
- Nadya Angelie Lislie – Computer Science & Statistics
- Stanley Nathanael Wijaya – Computer Science, BINUS @Alam Sutera
Ketajaman analisis tim ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif jajaran dosen pendamping, yakni Erna Fransisca Angela Sihotang, S.Stat, M.Kom., Fabian Surya Pramudya, Ph.D., dan Bakti Amirul Jabar, S.Si., M.Kom.
Prestasi ganda ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi ilmu komputer dan statistika mampu melahirkan solusi taktis bagi pengembangan infrastruktur daerah. Keberhasilan pemodelan sistem fotovoltaik di Sabu Raijua ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik yang bernilai guna bagi pengembangan model energi terbarukan yang lebih adaptif di wilayah-wilayah lain di Indonesia.
