Redesign Website Gereja: Lebih Modern, Lebih Bermakna
Sumber: Dokumentasi personal
Pendahuluan
Di era digital, akses informasi menjadi semakin cepat dan instan. Namun, tidak semua organisasi mampu beradaptasi dengan perubahan ini secara optimal, termasuk institusi keagamaan seperti gereja. Website yang seharusnya menjadi pusat informasi justru sering tertinggal, baik dari segi tampilan maupun fungsionalitas.
Melalui proyek ini, dilakukan redesign website Gereja Kristen Perjanjian Baru Masa Depan Cerah (MDC) untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik, informatif, dan relevan dengan kebutuhan jemaat masa kini.
Mengapa Website Gereja Perlu Di-redesign?
Perkembangan teknologi digital telah mengubah ekspektasi pengguna. Jemaat kini menginginkan:
- Akses informasi yang cepat dan mudah
- Tampilan yang modern dan menarik
- Website yang responsif dan mobile-friendly
Sayangnya, website MDC saat ini memiliki beberapa kendala:
- Tidak diperbarui sejak 2018
- Tampilan visual kurang menarik
- Informasi yang tersedia tidak lengkap
Akibatnya, banyak jemaat lebih memilih menggunakan WhatsApp atau media sosial sebagai sumber informasi utama dibandingkan website resmi.
Pendekatan: Design Thinking
Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan metode design thinking yang terdiri dari lima tahap:
- Empathize
- Define
- Ideate
- Prototype
- Testing
Pendekatan ini berfokus pada kebutuhan pengguna sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan, efektif, dan berorientasi pada pengalaman nyata jemaat.
Tahap Empathize: Memahami Pengguna
Tahap awal dilakukan melalui kuesioner dengan 90 responden. Hasilnya menunjukkan:
- 94,4% pengguna mengakses website melalui smartphone
- 67,2% lebih memilih WhatsApp atau media sosial
Tujuan utama pengguna:
- Jadwal ibadah (62%)
- Pengumuman (56,3%)
- Dokumentasi kegiatan (38%)
Insight utama:
Website gereja perlu dibangun berdasarkan tiga pilar utama:
- Informasi
- Spiritualitas
- Komunitas
Tahap Define: Menentukan Masalah
Dari hasil analisis, ditemukan tiga permasalahan utama:
- Color Tone Tidak Jelas
Tidak adanya hierarki visual membuat pengguna kesulitan membedakan informasi penting. - Konten Tidak Relevan
Informasi yang tidak diperbarui menurunkan kepercayaan pengguna terhadap website. - Tampilan Tidak Terstruktur
Layout yang membingungkan dan tidak intuitif menghambat navigasi pengguna.
Tahap Ideate: Mencari Solusi
1. Perbaikan Warna (Color Palette)
Pemilihan warna didasarkan pada nilai dan filosofi gereja:
- Biru Tua (#1E3A5F) → ketenangan & kepercayaan
- Merah (#DC2626) → kasih & pengorbanan
- Putih → kesucian & kesederhanaan
- Abu Gelap (#4A5565) → profesional & modern
Hasilnya adalah tampilan yang lebih terstruktur, harmonis, dan nyaman dilihat.
2. Perbaikan Struktur Website
Disusun wireframe untuk halaman utama dengan struktur yang lebih jelas:
- Home
- Kepengurusan
- Lokasi
- Pelayanan
- Media
Desain ini mengadopsi pendekatan clean dan user-friendly yang umum digunakan pada website gereja modern.
Tahap Prototype: Menghidupkan Desain
Wireframe kemudian dikembangkan menjadi prototype interaktif (high-fidelity) untuk mensimulasikan pengalaman pengguna secara nyata.
Fitur utama:
- Tampilan visual mendekati produk akhir
- Navigasi yang jelas dan sederhana
- Penempatan CTA (Call-to-Action) yang strategis
Fokus utama:
- Pendekatan mobile-first
- Akses cepat ke informasi penting (jadwal, kontak, dll)
- Navigasi yang intuitif
Insight:
Prototype berfungsi sebagai simulasi nyata sebelum tahap pengembangan, sehingga potensi kesalahan dapat diidentifikasi dan diperbaiki lebih awal.
Tahap Testing: Menguji Pengalaman Pengguna
Metode:
- Menggunakan alat bantu berupa aplikasi pihak ketiga, Maze yang dapat mengumpulkan data berupa persentase kesalahan klik, waktu diperlukan untuk melakukan suatu tugas yang diberikan oleh penguji kepada pengguna dalam website yang telah di redesign
Aspek yang diukur:
- Kemudahan penggunaan
- Kejelasan informasi
- Tampilan visual
- Kepuasan pengguna
Hasil yang diharapkan:
Website baru mampu memberikan pengalaman yang lebih:
- Mudah digunakan
- Menarik secara visual
- Informatif dan relevan
Melalui tahap testing ini, desain dapat terus disempurnakan sebelum masuk ke tahap implementasi akhir.
Metode Pengujian
Pengujian dilakukan terhadap prototype website menggunakan Maze dengan melibatkan sejumlah responden. Pengguna diberikan beberapa skenario tugas, seperti mencari jadwal ibadah, dokumentasi gereja, pelayanan, dan struktur kepengurusan gereja. Selain itu, penulis juga menyebarkan kuesioner untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, kejelasan informasi, tampilan visual, dan kepuasan pengguna terhadap hasil redesign website.

Sumber: Redesign Homepage | Dokumentasi personal

Sumber: Redesign Location Page| Dokumentasi personal

Sumber: Redesign Management Page| Dokumentasi personal

Sumber: Redesign Service Page| Dokumentasi personal

Sumber: Redesign Media Page| Dokumentasi personal
Hasil Pengujian Maze
Seluruh responden mampu menyelesaikan tugas yang diberikan pada setiap skenario pengujian. Tingkat kesalahan klik mengalami penurunan dari 70,4% pada pengujian pencarian jadwal ibadah menjadi 32,5% pada pencarian pelayanan dan 27,0% pada pencarian struktur kepengurusan gereja. Durasi penyelesaian tugas juga mengalami peningkatan efisiensi dari rata-rata 40 detik menjadi 13,6 detik.
Hasil Kuesioner Pengguna
Sebanyak 58% responden menyatakan sangat mudah menemukan jadwal ibadah, 67% responden menyatakan sangat mudah menemukan informasi pelayanan, dan 71% responden menyatakan sangat mudah menemukan struktur kepengurusan gereja. Pada evaluasi keseluruhan website, 63% responden memberikan penilaian sangat baik dan 38% memberikan penilaian baik terhadap tata letak dan pengalaman penggunaan website.
Kesimpulan Testing
Hasil testing menunjukkan bahwa redesign website berhasil meningkatkan kemudahan navigasi, kualitas tampilan visual, serta kenyamanan pengguna dalam mengakses informasi. Selain itu, pemilihan tata letak dan palet warna baru dinilai lebih modern, terstruktur, dan informatif dibandingkan website sebelumnya.
Penulis
- Abigail Aquino Sutanto (2902726385)
- Evan Hermanto (2902726486)
- Hansen Lim (2902726542)
- Samuel (2902726883)
- Timothy Steven Sihombing (2902726901)
Mahasiswa PPTI 24 – Computer Science – Binus @Kemanggisan – B29
Appendix
Link Medium : https://medium.com/@hansen.asen.50/studi-kasus-gereja-kristen-perjanjian-baru-masa-depan-cerah-fc42a5d08171
Link Prototype Figma : https://www.figma.com/proto/hMgtQOg7R3n5b4A05RJp1O/UAC?node-id=2-9&t=B5EYBZXscAVzWPvR-1&scaling=scale-down&content-scaling=fixed&page-id=1%3A3&starting-point-node-id=2%3A9

Comments :