The Comeback of Static Websites: Dari Jekyll ke Astro
Figure 1. Logo Astro (https://astro.build/)
Beberapa tahun lalu, website statis sering dianggap teknologi masa lalu sederhana, sulit dikelola, dan ketinggalan zaman. Namun belakangan, tren justru berbalik. Website statis kembali naik daun, kali ini dengan wajah modern. Dari Jekyll di era awal GitHub Pages hingga Astro yang kini mendukung framework modern seperti React dan Svelte, kita sedang menyaksikan comeback besar dalam dunia pengembangan web.
Sekilas Sejarah: Dari HTML Murni ke Jekyll
Di awal tahun 2000-an, hampir semua website bersifat statis terdiri dari file HTML dan CSS tanpa database. Website seperti ini cepat, aman, dan ringan. Namun ketika kebutuhan interaksi meningkat (komentar, login, data dinamis), muncul CMS seperti WordPress yang membuat website menjadi “hidup”.
Masalahnya, sistem dinamis membutuhkan server dan database yang lebih kompleks. Di sinilah Jekyll muncul pada tahun 2008, sebagai upaya “menghidupkan kembali” kesederhanaan web statis dengan pendekatan otomatis. Ia menghasilkan halaman HTML dari template dan Markdown, lalu bisa langsung dihosting di GitHub Pages tanpa server.
Jekyll menjadi pelopor era baru yang disebut Static Site Generation (SSG).
Jamstack dan Generasi Baru Website Statis
Seiring berkembangnya web modern, lahirlah konsep Jamstack singkatan dari JavaScript, API, dan Markup. Filosofinya sederhana: pisahkan frontend dan backend agar website lebih cepat, aman, dan mudah di-deploy.
Beberapa framework kemudian memperluas ide ini:
- Hugo (2013) – generator statis super cepat berbasis Go.
- Gatsby (2015) – menggabungkan React dan GraphQL untuk website modern.
- Next.js (2016) – menawarkan hybrid SSG dan server-side rendering.
Konsepnya sama: kembalikan kesederhanaan website statis, tapi dengan kemampuan dinamis yang bisa diatur sesuai kebutuhan.
Astro: Evolusi dari Filosofi yang Sama

Figure 2. Konsep “Island Architecture” di Astro (https://docs.astro.build/en/concepts/islands/)
Framework Astro yang dirilis pada 2021 menjadi simbol kembalinya semangat web statis dengan pendekatan modern. Astro membawa konsep yang disebut “Island Architecture”, di mana sebagian besar halaman dibangun sebagai HTML statis, sementara hanya bagian tertentu yang “hidup” lewat JavaScript disebut pulau interaktif (interactive islands).
Bayangkan satu halaman web:
- Header dan image carousel bisa tetap interaktif,
- sementara konten teks, sidebar, dan footer tetap statis dan cepat dimuat.
Dengan cara ini, Astro menawarkan kombinasi terbaik antara kecepatan dan interaktivitas. Semua konten utama tersedia segera tanpa menunggu JavaScript, tapi pengguna tetap mendapat pengalaman dinamis di area yang penting.
Keunggulan utama Astro meliputi:
- Performa tinggi – karena render awal berupa HTML murni.
- Integrasi lintas framework – mendukung React, Vue, Svelte, bahkan SolidJS.
- Ramah SEO dan hemat energi – ideal untuk web modern yang efisien dan berkelanjutan.
Pendekatan ini membuat Astro bukan sekadar framework baru, tapi sebuah evolusi filosofi: mengembalikan kesederhanaan web tanpa mengorbankan interaktivitas.
Kenapa Website Statis Kembali Populer
Ada tiga alasan utama kenapa tren website statis kembali diminati:
- Kecepatan dan Efisiensi File HTML langsung diakses tanpa perlu query database. Ini membuat waktu muat (loading) jauh lebih cepat, penting untuk UX dan SEO.
- Keamanan, Karena tidak ada database atau server-side code, risiko serangan berkurang drastis.
- Biaya dan Skalabilitas, Website statis bisa dihosting di layanan gratis seperti GitHub Pages, Netlify, atau Vercel tanpa perlu infrastruktur besar.
Dalam era di mana performa, keamanan, dan efisiensi energi menjadi perhatian global, model statis kembali terasa relevan.
Kisah Sukses dan Arah ke Depan
Banyak situs dokumentasi dan blog developer besar kini kembali memakai arsitektur statis atau hybrid:
- MDN Web Docs dan React.dev memakai arsitektur SSG.
- Notion, Hashnode, hingga Astro Blog sendiri membuktikan bahwa statis tak berarti kuno.
- Komunitas edukasi juga memanfaatkan SSG untuk konten ringan yang mudah diakses di jaringan lambat.
Dengan semakin kuatnya dukungan layanan seperti Netlify, Cloudflare Pages, dan Vercel, membangun situs statis kini semudah menulis Markdown.
Lebih dari Sekadar Teknologi
Kembalinya website statis bukan hanya soal performa, tapi juga filosofi:
Kembali ke esensi web cepat, terbuka, dan bisa diakses semua orang.
Dalam dunia yang makin kompleks, developer mulai mencari kembali kesederhanaan. Astro dan teman-temannya mengajarkan bahwa terkadang, inovasi berarti kembali ke akar.
Penulis:
Emmanuel Daniel Widhiarto, S.Kom – FDP Scholar
Referensi:
Astro Documentation. (2024). Islands architecture. https://docs.astro.build/en/concepts/islands/
Astro Documentation. (2024). Build a Blog Tutorial — Unit 6: Astro Islands. https://docs.astro.build/en/tutorial/6-islands/1/
LogRocket Blog. (2022). Understanding Astro islands architecture. https://blog.logrocket.com/understanding-astro-islands-architecture/
Patterns.dev. (2023). Islands Architecture. https://www.patterns.dev/vanilla/islands-architecture/
LogRocket Blog. (2023). Astro adoption guide: Overview, examples, alternatives. https://blog.logrocket.com/astro-adoption-guide/
Comments :