People Innovation Excellence

Student Exchange : Inha University Spring Semester 2012

Inha University Front Gate (인하대정문) with (from left of picture) Me, Amy, and Doni

Tanggal 24 Februari 2012 Pukul 23:30, merupakan momen yang tidak bakal terlupakan selama kehidupan akademis saya di Binus University. Tanggal tersebut merupakan di mana saya pertama kalinya meninggalkan Indonesia, menuju Korea Selatan, tepatnya ke Inha University, salah satu universitas di Korea yang terkenal di Korea Selatan dalam jurusan Engineering dan Computer Science. Keberangkatan saya dalam rangka mengikuti Program Student Exchange yang ditawarkan oleh International Office Binus University. Bersama kedua teman saya, Doni Nathaniel Pranama, yang merupakan teman kelas saya, dan Amy Sallie, sebagai teman Associate Member di IT Directorate.

 Dari awal, sejak masuk ke bangku kuliah, saya sudah menetapkan tekad untuk bisa, paling tidak, sekali melakukan studi ke luar negeri. Sempat saya mencoba lewat jalur lain tapi akhirnya gagal. Tapi kegagalan tersebut tidak membuat saya mundur, saya terus mencari berbagai macam jalur Student Exchange dan berdoa meminta jalan dari Yang Maha Kuasa. Akhirnya, saya diterima melewati jalur IO.

Perasaan awal datang ke Korea Selatan adalah “culture shock”, istilah ini saya ambil ketika saya mengikuti seminar yang dibawakan oleh Mr. Hiroaki Chijiiwa setahun yang lalu. Budaya di Korea sangat berbeda dengan Indonesia, baik dalam segi lifestyle, bahasa, dan hubungan mereka terhadap sesama. Orang Korea sangat menjunjung kesopanan, terutama kepada yang lebih tua. Selain itu mereka sangat peduli dengan penampilan mereka di muka umum, salah satu alasan mengapa cermin sering ditemukan di Korea.

“Biryongjae” (비령재) Lobby

Selama di Korea, saya bertempat tinggal di Inha Dormitory gedung kedua, “Biryongjae” (비령재), merupakan gedung dormitory yang paling baru, dan dikhususkan untuk pendatang yang mengikuti program student exchange. Pelajar dari Korea pun tinggal juga dalam dormitory ini. Berkamar di 416, saya bersama pelajar dari Malaysia, Brunei, dan pastinya, Korea, tinggal di dalam. Kami sering bertukar pikiran dalam kamar ketika ada waktu luang.

Mata kuliah yang saya ambil di Inha tidak terlalu banyak, hanya 3, karena kendala course transfer yang kebetulan sangat berbeda dengan semester yang lalu, tetapi semuanya teratasi lewat online course yang ditawarkan oleh pihak jurusan Computer Science. Tidak lewat juga, saya mengambil satu mata kuliah ekstra yang tidak ber-“credit transfer”, yaitu Basic Korean for Student Exchange. Tidak komplit rasanya jika datang ke Korea tidak mempelajari bahasanya, apalagi budaya Korea di Indonesia sedang populer.

Cherry Blossom (벚꽃) in Inha University

Mata kuliah yang saya ambil di Inha University sangat menarik, mulai dari Numerical Analysis yang merupakan lanjutan dari Aljabar Linear dan Kalkulus; New Multimedia, bagaimana kita menganalisa karakter orang lewat jejaring sosial, serta melakukan perubahan fitur jejaring sosial tersebut yang seperlunya; dan yang paling akhir dan paling menarik bagi saya adalah System Programming, di mana saya belajar bagaimana mengaplikasikan terminal command dari linux dalam bahasa C, sampai akhirnya membuat chat server dan client sederhana sendiri dengan menggunakan bahasa C.

Me, Doni, and Singaporean Fellows

Me, My Finnish and Korean Friends

Mencoba berkenalan dengan foreigner lainnya serta orang Korea saya lakukan. Mengetahui dan mempelajari masing-masing budaya mereka adalah hal yang menarik dan juga merupakan salah satu kesempatan emas ketika mengikuti program ini. Berbagai orang saya ajak berkenalan, dari tetangga serumpun kita, seperti Singapur, Malaysia, Thailand, dan Brunei, dari negara-negara Eropa seperti, Finlandia, Jerman, serta Austria, dan pastinya tidak akan luput dari mata saya, yaitu Jepang (secara saya sangat menyukai budaya Jepang) serta Korea, yang merupakan warga negara tempat saya melakukan program ini.

Hal yang menarik selama pergaulan saya adalah orang Finlandia ini. Beliau sudah berusia 40 tahun, mempunyai sertifikat CISCO, tapi masih ingin melakukan program Student Exchange dan belajar. Membuktikan bahwa belajar itu tidak lekang oleh usia dan merupakan kegiatan yang berkelanjutan meskipun kita secara umum, sudah tidak seharusnya berada di bangku akademik.

Tujuan utama pada umumnya ketika berada di “negeri orang” adalah wisata dan jalan-jalan. Saya sempat berjalan-jalan di daerah Myeongdong, konon merupakan tempat shopping favorit bagi artis-artis Korea; ke City Hall, merupakan tempat pemerintah Korea berada, dan juga banyak peninggalan-peninggalan serta monumen sejarah Korea yang menarik untuk dilihat; ke Muui Island (Muui-do), salah satu pulau yang sering dikunjungi oleh orang Korea karena wisata pantainya; Banpo Bridge, yang terkenal dengan “Moonlight Rainbow Fountain”-nya dan tempat-tempat lainnya.

Dan yang tidak bakal luput ketika berada di Korea adalah menonton konser K-Pop secara langsung. Thank to Doni, saya pun mempunyai kesempatan untuk menonton aksi-aksi penyanyi serta girlband Korea secara langsung, bertempat di Korea University (고려대). Tampil juga Sistar dan TaeTiSoo yang memeriahkan festival tersebut. Antusiasme penonton pun terlihat ketika kedua girlband ini tampil di panggung, semuanya pun merapat ke depan demi melihat jelas girlband favorit mereka tampil.

Saya juga tidak lupa, lewat artikel ini, berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa; keluarga; pihak Inha University yang sebagai universitas tujuan kami selama 1 semester; Binus IO sebagai panitia penyelenggara program ini; School of Computer Science dalam pengurusan akademis kami selama di Korea, Doni dan Amy yang mendampingi saya selama periode tersebut, teman-teman, serta seluruh pihak yang telah mendukung saya sepenuhnya hingga akhir dari program Student Exchange ini.

Sebagai penutup artikel ini, jangan menyerah ketika menghadapi suatu rintangan dalam mencapai suatu tujuan, bahkan impian. Teruslah berusaha sampai impian tersebut terwujud. Kecil atau besar proses yang telah kita bentuk itu sangat mempengaruhi proses pencapaian kita.

By:
Kennard Wicoady
Computer Science
Binusian 2014

P.S. :
Bagi yang penasaran dengan penampilan Sistar dan TaeTiSoo di festival tersebut, saya sempat mengupload videonya di YouTube, selamat menonton:
http://www.youtube.com/watch?v=moPontZp2fg (Sistar – Ma Boy)
http://www.youtube.com/watch?v=YSyNLx9Dd2c (TaeTiSoo – Twinkle)


Published at :

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close