PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN PADA PT. SQIVA SISTEM

Oleh : Ali Sunjaya, Delf Reukhen Susanto, Angry Ronald Adam

  1. Sqiva Sistem adalah perusahaan yang berdiri pada tahun 2004 yang menawarkan kebutuhan akan modernisasi di bidang industri dan transportasi. PT. Sqiva Sistem menawarkan sistem yang kuat dan framework yang efisien. Hingga saat ini perusahaan tersebut telah membuat hampir seratus juta traveler setiap tahun di Afrika, Asia, Eropa dan Timur Tengah. Meskipun dengan kesuksesan yang telah dicapai, PT. Sqiva Sistem tetap mempertahankan nilai-nilai yang diterapkan pada saat proses pembangunan bisnis, yaitu dengan pengembangan yang berkesinambungan dan dukungan yang kokoh untuk melayani klien-klien perusahaan tersebut. Visi dan misi dari perusahaan tersebut adalah menyediakan sistem transportasi IT untuk bisnis yang mengedepankan nilai-nilai servis, kualitas, dan integritas yang merupakan karakter utama dari PT. Sqiva Sistem yaitu Service, Quality, Integrity, dan Value.
  2. Sqiva Sistem menawarkan sistem IT di semua jenis transportasi seperti penerbangan, kereta api, bus, dan kapal laut. Beberapa contoh perusahaan nasional yang menggunakan jasa sistem IT di PT. Sqiva Sistem adalah PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pelni (PERSERO). Sebagai bukti dan usaha dan kerja keras yang telah diberikan pada tahun 2008 PT. Sqiva Sistem juga mendapatkan penghargaan Asia Pasific ICT Award (APICTA).

Pada perancangan penulisan skripsi yang berjudul, “Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Pembayaran Pada PT. Sqiva Sistem”, akan membahas tentang sistem informasi faktur pembayaran / invoice elektronik dan berbasis web. Menurut P.C. Tulsian (2006), invoice merupakan surat tagihan yang tentu saja bersifat komersial. Surat tagihan tersebut dikeluarkan penjual kepada pembeli, didalam surat tersebut berisi keterangan dan informasi yang berkenaan dengan transaksi yang dilakukan antara kedua belah pihak yang bersangkutan. Pada mulanya, PT. Sqiva Sistem, proses pembuatan surat penagihan / invoice dari mulai penarikan data, perhitungan, hingga proses pengiriman surat penagihan secara manual. Dengan cara pembuatan invoice seperti itu, divisi finance harus bekerja dua kali, pertama meminta programmer untuk menarik data – data dari total usage / pemakaian pelanggan setelah itu menghitung manual untuk data – data invoice, kemudian akuntan membuat laporan excel untuk diserahkan kepada kantor pajak melalui aplikasi e – faktur online, setelah mendapat faktur pajak lalu merangkap dengan invoice / surat tagihan yang telah dibuat dan dikirimkan kepada klien, Tentu dengan cara tersebut sangat kurang efisien, oleh sebab itu untuk meningkatkan keefektifan diperlukan suatu aplikasi atau sistem dimana sistem tersebut secara otomatis menarik data, menghitung, mencetak invoice, membuat laporan pajak, serta mengirimkan kepada klien dengan surat elektronik / online.