People Innovation Excellence
 

Musical Instrument Digital Interface (MIDI)

MIDI atau kependekan dari Musical Instrument Digital Interface adalah sebuah teknik standar yang mendiskripsikan protocol komunikasi, digital interface, dan konektor elektrik yang menghubungkan banyak macam dari instrument musik elektrik. (Swift, 1997). Satu koneksi MIDI melalui kabel MIDI dapat membawa sampai dengan 16 gelombang informasi, dan setiap gelombang dapat diarahkan kepada perangkat yang berbeda atau instrument yang berbeda. Sebagai contoh, bisa terpadat 16 instrumen digital yang berbeda.MIDI membawa pesan-pesan acara, data yang menspesifikasi instruksi pada music, termasuk notasi, nada, kecepatan, getaran, medistribusikan suara ke bagian kanan atau kiri dari stereo, dan sinyal tempo. Data pada MIDI dapat di transfer melalui kabel MIDI, atau di rekam melalui perangkat perekam untuk di edit atau dimainkan ulang. (Huber, 1991).

Sebelum adanya MIDI, alat music elektronik dari pabrik yang berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Ini berarti bahwa setiap musisi tidak dapat, sebagai contoh, menyambungkan keyboard merk A kepada synthesizer milik merk B. Dengan adanya MIDI, semua keyboard yang sesuai dengan standar MIDI dapat saling terkoneksi antar satu sama lain dengan perangkat yang sesuai juga dengan standar MIDI, seperti modul suara, mesin drum, synthesizer, atau bahkan computer terlepas dari merknya yang berbeda-beda.

MIDI distandarisasi pada tahun 1983 oleh gabungan dari representasi industri music, dan di kelola oleh MIDI Manufacturers Association (MMA). Semua standar resmi MIDI dikembangkan secara bersamaan dan di publikasikan oleh MMA di Los Angeles, dan oleh komite MMA dari Association of Musical Electronics Industry (AMEI) di Tokyo. Pada tahun 2016, MMA menciptakan MIDI Association (TMA) untuk mendukung komunitas global yang bekerja, bermain, ataupun menciptakan menggunakan MIDI. (Rovito, 2016).

Kedatangan MIDI pada awalnya hanya terbatas padi musisi professional dan produser rekaman yang ingin menggunakan instrument elektronik pada produksi music yang popular. Standar tersebut mengijinkan instrument yang berbeda untuk saling berkomunikasi antar satu dengan yang lain dan dengan computer, ini menyebabkan pertumbuhan yang sangat cepat terhadap ekspansi dari penjualan dan produksi alat music elektronik dan software music. (Holmes, 2003) Inter-Operasi ini memungkinkan bagi 1 perangkat untuk dapat dikendalikan dari perangkat yang lain, yang menyebabkan penurunan kebutuhan dari hardware yang dibutuhkan musisi. Kemungkinan yang kreatif ini yang dibawa oleh MIDI membantu membangkitkan industri music pada era 1980-an. (Shuker, 1994).

MIDI memperkenalkan kemampuan yang mengubah banyak cara musisi bekerja. Pengurutan MIDI membuat mungkin bagi pengguna yang tidak memiliki kemampuan nada untuk membuat aransemen yang kompleks. (Demorest, 2003). Sebuah aksi musical yang dikerjakan oleh satu atau dua anggota yang mengoperasikan MIDI dapat menghasilkan peforma yang setara dengan grup besar musisi. Pengeluaran dana yang digunakan untuk menyewa musisi dari luar untuk sebuah projek bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan, dan produksi yang kompleks dapat direalisasikan hanya dengan sebuah system kecil yang terdiri dari keyboard yang terintegrasi dan sequencer. (Huber, 1991).

Standar MIDI File  (SMF) adalah yang memberikan cara standarisasi bagi musik untuk disimpan, dikirim, dan dibuka di perangkat yang lain. Itu dikembangkan dan dijaga oleh MMA, dan biasanya menggunakan .mid extension. Kumpulan dari file ini menuntun kepada penggunaan luas pada computer, nada dering pada handphone, karangan pada halaman web, serta kartu sambutan music. File ini bertujuan untuk digunakan bagi universal, dan termasuk didalamnya beberapa informasi seperti nilai nada, pemilihan temp, dan nama dari tracknya. Lirik juga dapat dimasukkan sebagai metadata, dan dapat ditampilkan oleh mesin karaoke. (Hass, 2010).

MIDI file bukanlah perekam audio, namun itu adalah sebuah instruksi, sebagai contoh untuk nada atau tempo, dan bisa menggunakan memori yang jauh lebih sedikit pada media penyimpanan dibandingkan dengan rekaman audio secara langsungIni membuat file MIDI sebagai sebuah cara yang menarik untuk menyebarkan atau membagikan music, sebelum adanya kedatangan dari broadband internet access dan perangkat keras yang dapat menyimpan hingga ber giga-giga data. File MIDI yang berlisensi bisa cukup mudah ditemukan pada toko di sekitar Eropa dan Jepang pada tahun 1990.  (Crawford, 1996).

Karena MIDI adalah sebuah kumpulan perintah yang membuat suara, rangkaian MIDI dapat dimanipulasi dengan beberapa cara yang tidak bisa dilakukan oleh pra-rekaman audio. Merupakan hal mungkin untuk mengubah kunci, instrumentasi, atau tempo dari aransemen MIDI, dan menyusun ulang bagian individunya. (Campbell, 2003). Kemampuan untuk mengkomposisi ide-ide dan bisa mendengar audio yang diputar ulang secara cepat membuat komposer bisa bereksperimen dengan file tersebut. Algoritma komposisi program memberikan computer untuk menciptakan kemampuan yang bisa digunakan sebagai ide sebuah lagu atau sebuah iringan music. (Huber, 1991).

DAFTAR PUSTAKA

Swift, Andrew. (May 1997), “A brief Introduction to MIDI”, SURPRISE, Imperial College of Science Technology and Medicine, archived from the original on 30 August 2012, retrieved 29 November 2019.

Huber, David Miles (1991). The MIDI Manual. Carmel, Indiana: SAMS. ISBN 9780672227578.

Rovito, Markkus  (2016). “The MIDI Association Launches at NAMM 2016”Archived from the original on 14 October 2016. Retrieved 1 Desember 2019.

Manning, Peter. Electronic and Computer Music. 1985. Oxford: Oxford University Press, 1994. Print.

Hass, Jeffrey. “Chapter Three: How MIDI works 10 Archived 7 June 2015 at the Wayback Machine“. Indiana University Jacobs School of Music. 2010. Web 13 August 2012

Crawford, Walt. “MIDI and Wave: Coping with the Language”. Online. Vol. 20, No. 1. Jan/Feb 1996

Campbell, Drew. “”Click, Click. Audio” Stage Directions. Vol. 16, No. 3. Mar 2003.

Shuker, Roy. Understanding Popular Music. London: Routledge, 1994. p.286

Holmes, Thom. Electronic and Experimental Music: Pioneers in Technology and Composition. New York: Routledge, 2003

Demorest, Steven M. Building Choral Excellence: Teaching Sight-Singing in the Choral Rehearsal. New York: Oxford University Press, 2003. p. 17


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close